
kamis 14 januari di gedung DPR RI, inilah saat yang dinanti nanti seluruh masyarakat indonesia yang berharap panitia angket kasus BC (Bank Century) memanggil bapak Jusuf Kalla sebagai saksi kunci lainnya (sebelumnya SM dan BD). pada kesaksian bapak HM Jusuf Kalla banyak hal yang dengan gamblang menyajikan fakta yang sangat menarik. diantaranya kesaksian bapak JK yang mengatakan BC dirampok, bukan karena adanya krisis yang diungkapkan SM dan BD. namun dalam tulisan saya ini, saya tidak akan memperdalam kasus tersebut. biarlah panitia angket yang bekerja.
yang saya sangat herankan, anggota dewan yang terhormat bapak RUHUT POLTAK SITOMPUL melakukan sebuah aktraksi politik lagi. hmm sungguh sangat disayangkan karena yang diajak beratraksi adalah seorang tokoh bangsa bapak JUSUF KALLA . penyebutan kata "DAENG" (kakak / penyebutan untuk senioritas - Bugis) yang jujur saya anggap sebagai suatu penghinaan bagi kami semua (warga bugis). meskipun hal itu dianggap sebenarnya suatu hal yang baik (akbar faizal/ hanura), akan tetapi ketika berada pada situasi kemarin hal itu dianggap sangat TIDAK PANTAS .saya sebagai seorang warga bugis (dan saya yakin siapapun itu warga bugis) akan tersulut kemarahannya. disela sela pembicaraan seseorang dari fraksi PKS (Andi Rahmat) juga ikut tersinggung dengan perkataan Ruhut Sitompul .mengapa demikian?? kemarin saya menelaah panjang mengenai yang satu ini. dianggap RS (Ruhut Sitompul) melakukan aksi "PATOATOAI" -> (Mengejek).
Penyebutan "Daeng" dgn gaya dan intonasi yg sedikit patoa-toai (mengejek), menghina, bahkan merendahkan sdh merusak keberagaman kearifan lokal berbangsa dan melanggar Etika Pansus yg taat Hukum. (ini yg harusnya ditangkap Pak SBY, ingat yah : INI PERINTAH, BKN INTERVENSI krn sdh melanggar Hukum, dgn melakukan tindak penghinaan terhadap saksi."
Ruhut kadang-kadang memanggil Jusuf Kalla dengan Daeng. Ia juga kerap memanggil dengan sebutan Pak Daeng.
Penyebutan seseorang dengan sebutan Daeng sebenarnya bernada positif karena berarti si pemanggil menghormati senioritas yang dipanggil. Namun berbeda halnya jika pangggilan itu tidak sesuai konteks atau berintonasi main-main.
Jujur melalui tulisan ini saya berteriak.... berteriak sekencang kencang nya kepada RUHUT "assu" Poltak "setank" SITOMPUL. motoatoai Sureng Sureng ku, Mutoatoai Tokka'.
Maaf kalau tulisan saya kurang berkenan.
HORMATKU.......
No comments:
Post a Comment